Air Radiator Mendidih

Posted on

Air Radiator Mendidih – Dalam hal ini kondisi air radiator yang mendidih bahkan kadang sampai menyembur keluar sering mendatangkan kekhawatiran sendiri bagi kita karena kondisi ini akan memberikan gambaran mesin yang terlalu panas sehingga dikhawatirkan ada sesuatu yang buruk pada mesin.

Penyebab Air Radiator Mendidih

Tapi apakah kalau air radiator mendidih itu tanda yang normal? Atau air radiator mendidih tersebut menunjukan masalah pada mesin? Kita akan membahasnya secara detail dibawah.

Secara umum, ada dua penyebab mengapa air radiator pada mobil kalian bisa mendidih.

Mobil Digunakan Dalam Waktu Lama

Mesin mobil menghasilkan tenaga yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar. Dan selain tenaga, pembakaran itu juga menghasilkan panas. Sehingga ada sistem pendingin yang memiliki fungsi menjaga suhu mesin supaya tidak terlampau tinggi.

Namun ketika kita gunakan mobil dalam waktu yang lama tanpa berhenti maka mesin akan terus bekerja. Ini artinya panas yang dihasilkan pun terus diakumulasikan.

Awalnya suhu mesin masih bisa ditahan oleh sistem pendingin namun karena panas pada mesin terus dihasilkan maka itu akan menaikan suhu air pendingin. Sehingga dalam beberapa saat air radiator bisa mencapai suhu 100 derajat celcius atau mendidih.

Pada kondisi ini, anda akan menemukan beberapa gejala seperti ;

  • Indikator suhu mesin hampir mencapai titik maksimal (garis merah)
  • AC terasa lebih panas
  • Kipas radiator berputar dalam kecepatan tinggi

Dalam kondisi ini, meski kipas radiator berputar dalam kecepatan tinggi tidak mampu untuk menurunkan suhu air radiator ke level suhu kerjanya. Lantas apa kondisi ini berbahaya?

Dapat dikatakan tidak sama sekali selama kalian cepat mendeteksinya, artinya ketika kalian menyadari bahwa indikator suhu air pendingin naik dari level normal maka kalian harus segera mematikan mesin untuk mendinginkan mesin. Lantas kalau dibiarkan bagaimana?

Air radiator akan terus mendidih dan sifat air yang mendidih akan menjadi uap. Sehingga kalau dibiarkan lama kelamaan air pendingin akan habis karena menguap. Dan sementara untuk mobil-mobil Eropa yang banyak menggunakan sistem pendingin tertutup, maka masalah itu akan membuat air radiator kalian menyembur.

Hasil semburan air panas ini bisa saja merusak komponen elektronika mesin (seperti ECU dan sensor) selain itu selang radiator juga menjadi lunak karena terkena panas berlebih.

Lantas bagaimana solusinya? Kalau kalian sedang berkendara antar kota dan tiba-tiba kalian menjumpai gejala seperti ini maka hentikan mobil kalian dengan segera.

Buka kap mesin dan lihat kinerja mesin, ketika kalian buka kap mesin lalu menjumpai hawa panas yang sangat terasa ditambah kipas radiator berputar dengan kecepatan tinggi segera matikan mesin.

Dan biarkan mesin dingin dengan sendirinya dan jangan sekali-kali menyiram atau mengelapnya dengan air dingin saat kondisi mesin masih panas. Alasannya karena logam panas yang dikenakan air dingin bisa membuat logam tersebut retak atau setidaknya mengalami deformasi. Sehingga kedepannya kinerja mesin justru akan terganggu.

Jadi cukup matikan mesin dan biarkan mesin mati selama kurang lebih 30 menit sambil kalian beristirahat. Setelah 30 menit maka suhu mesin akan menurun maka kalian dapat lanjutkan perjalanan.

Kipas Radiator Mati

Penyebab kedua ialah karena faktor teknis dari sistem pendingin itu sendiri. Komponen yang berperan untuk menjaga suhu air radiator tetap normal ialah kipas radiator.

Cara kerja kipas radiator ialah dengan menghembuskan udara luar melewati radiator, sehingga hawa panas didalam radiator akan berpindah ke udara yang dihembuskan kipas. Hasilnya suhu air radiator turun.

Namun kalau kipasnya mati maka otomatis tidak ada komponen untuk mendinginkan air radiator. Sehingga tidak butuh waktu lama kalian akan menjumpai air radiator yang mendidih.

Cirinya pun sama, kali inio AC benar-benar tidak terasa dingin justru terasa panas. Kondisi ini masuk dalam kategori bahaya karena dampaknya ialah overheating.

Untuk solusinya kalian harus mengecek lagi bagian mana yang membuat kipas radiator mati. Apa dari sekeringnya atau ada kabel yang putus atau karena kipasnya sendiri yang rusak. Setelah akar masalahnya ketemu segera perbaiki.

Lantas bagaimana solusinya kalau air radiator habis? Masalah ini sering muncul pada mobil-mobil yang menepuh perjalanan jauh. Seperti yang kita bahas dipoint pertama penyebab air radiator habis ini ialah karena air menguap akibat suhunya yang mencapai 100 derajat celcius.

Nah untuk mengatasinya kalian hanya perlu mengisi air radiator dengan air biasa (kalian bisa gunakan air tanah atau air mineral atau apapun yang penting tidak mengandung kotoran padat).

Tapi ada teknik pengisiannya, saat mengisi air radiator, mesin harus dalam kondisi hidup.

  • Jadi pertama isi dulu air radiator hingga penuh
  • Hidupkan mesin
  • Tunggu beberapa saat maka air radiator akan berkurang, itu disebabkan karena air radiator mulai bersirkulasi
  • Isi kembali air radiator

Pada kondisi ini kalian harus memperhatikan sirkulasi air didalam radiator. Biasanya ada gelembung-gelembung yang keluar, gelembung itu menandakan masih ada udara didalam sistem pendingin, dan udara itu juga perlu dikeluarkan.

Sehingga terus isi air ke radiator hingga tidak ada lagi gelembung-gelembung yang keluar. Kalau masih ada udara didalam sistem pendingin, itu biasa disebut masuk angin. Ini akan membuat suhu mesin meningkat karena volume air radiator tidak terisi secara penuh.

Penting untuk tidak membuka tutup radiator saat suhunya masih panas? Perlu digaris bawahi ketika kalian akan mengecek seberapa banyak air radiator dimobil, tunggu sampai suhu mobil dingin.

Ingi sangat penting karena kalau kita langsung membuka tutup radiator saat suhunya masih panas, justru air tersebut akan menyembur keluar. Mengapa itu bisa terjadi?

Karena air panas tekanannya akan meningkat, sehingga ketika tutup radiator dibuka secara otomatis air akan menyembur keluar. Semburan air panas ini akan sangat membahayakan diri kalian.

Cara membuka tutup radiator yang aman, gunakan bantuan lap untuk melapisi tangan kalian ketika membuka tutup radiator. Saat membuka tutupnya pun jangan langsung dilepas, tapi biarkan uap didalam radiator keluar sedikit demi sedikit, itu akan mencegah air radiator tersembur.

Demikianlah pembahasan mengenai Penyebab Air Radiator Mendidih semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.